Pahami fungsi busi mobil dan motor, jenis (standar, platinum, iridium), cara kerja, ciri busi rusak, arti warna busi, dan kapan harus ganti.
Busi (spark plug) adalah komponen sistem pengapian yang membuat percikan api di ruang bakar mesin bensin. Percikan inilah yang menyalakan campuran udara dan bahan bakar, sehingga mesin bisa hidup dan bertenaga. Tanpa busi yang sehat, mesin bensin mobil maupun motor akan susah dinyalakan, pincang, atau mogok sama sekali.
Ukurannya kecil dan harganya relatif murah, tetapi busi bekerja di kondisi yang sangat berat. Setiap detik busi menerima tegangan puluhan ribu volt dan terpapar panas pembakaran ratusan derajat Celsius. Karena itu busi termasuk komponen fast moving yang perlu dicek dan diganti berkala.
Perlu dicatat, busi hanya ada di mesin bensin. Mesin diesel memakai busi pijar (glow plug) yang fungsinya berbeda, sedangkan mobil dan motor listrik tidak memakai busi sama sekali.
Di artikel ini Anda akan memahami fungsi busi, bagian-bagiannya, cara kerja, jenis-jenis busi, perbedaan busi mobil dan motor, ciri busi rusak, arti warna busi, kapan harus ganti, hingga cara memilih dan merawatnya.
Fungsi utama busi adalah mengubah listrik tegangan tinggi dari koil menjadi percikan api untuk memulai pembakaran. Selain itu, busi punya beberapa fungsi pendukung yang sering tidak disadari.
Busi tidak menyimpan atau menggantikan listrik aki. Energi listriknya berasal dari aki dan sistem pengisian, lalu dinaikkan tegangannya oleh koil sebelum sampai ke busi.
Busi terdiri dari sekitar sembilan bagian utama, dari terminal di atas hingga elektroda di ujung bawah.

| Bagian | Fungsi |
|---|---|
| Terminal | Titik sambungan ke kabel busi, cop (plug cap), atau koil |
| Insulator keramik | Mengisolasi listrik tegangan tinggi agar tidak bocor ke bodi; bergerigi (ribs) untuk mencegah arus merambat di permukaan |
| Resistor | Meredam gangguan gelombang elektromagnetik ke radio dan sistem elektronik (busi berkode "R") |
| Rumah busi (metal shell) dan hex | Tempat kunci busi mencengkeram; menyalurkan panas ke kepala silinder |
| Gasket | Menyegel kompresi dan membantu perpindahan panas |
| Ulir (thread) | Mengikat busi ke kepala silinder; diameter dan panjangnya harus sesuai mesin |
| Elektroda tengah | Menghantarkan listrik ke celah percikan; bisa nikel, platinum, atau iridium |
| Ujung insulator (insulator nose) | Menentukan angka panas busi; panjang-pendeknya memengaruhi panas atau dinginnya busi |
| Elektroda massa (ground electrode) | Pasangan elektroda tengah; percikan melompat di celah antara keduanya |
Jarak antara elektroda tengah dan elektroda massa disebut celah busi (gap). Celah ini umumnya sekitar 0,6–1,1 mm dan nilainya ditentukan pabrikan kendaraan.
Busi bekerja dengan melompatkan listrik tegangan tinggi melewati celah elektroda, tepat di akhir langkah kompresi. Prosesnya berlangsung dalam hitungan milidetik.
Pada mesin 4 tak, siklus ini terjadi sekali setiap dua putaran poros engkol untuk tiap silinder. Artinya, di 3.000 rpm satu busi memercik sekitar 1.500 kali per menit.
Busi dibedakan dengan dua cara: berdasarkan material elektroda dan berdasarkan angka panas. Keduanya sama penting saat memilih busi.
Busi standar memakai elektroda tengah dari paduan nikel dengan inti tembaga, berdiameter sekitar 2,5 mm. Inti tembaga membuat hantaran panasnya baik, dan harganya paling murah serta mudah dicari.
Kekurangannya, elektroda nikel paling cepat aus. Seiring pemakaian, ujungnya membulat dan celah busi melebar, sehingga butuh tegangan lebih tinggi untuk memercik. Busi ini cocok untuk kendaraan harian yang spesifikasi pabriknya memang nikel, terutama motor dan mobil lama.
Busi platinum memiliki ujung elektroda berlapis platinum yang lebih runcing. Platinum lebih tahan terhadap pengikisan, sehingga celah busi tetap stabil lebih lama dan percikan api konsisten.
Umurnya lebih panjang dari busi standar, dengan harga yang lebih mahal. Busi platinum umumnya dipakai pada mobil yang spesifikasi pabriknya platinum dan memiliki interval servis panjang.
Busi iridium memakai ujung elektroda iridium yang sangat tipis, sekitar 0,4–0,6 mm. Ujung yang tipis membutuhkan tegangan lebih rendah untuk memercik, sehingga percikan api lebih konsisten dan mesin lebih mudah hidup.
Iridium adalah logam yang sangat keras dan tahan panas, sehingga umur busi ini paling panjang. Kekurangannya, harganya paling mahal dan ujungnya rapuh jika dibersihkan sembarangan. Busi iridium cocok untuk mobil injeksi modern (banyak yang memakainya dari pabrik), motor injeksi, serta pemakaian harian maupun performa.
Busi iridium bukan khusus balap. Banyak mobil modern di Indonesia sudah memakai iridium sejak keluar pabrik karena awet dan efisien. Yang membedakan busi harian dan busi balap adalah angka panas dan desainnya, bukan materialnya.
Busi iridium bukan khusus balap. Banyak mobil modern di Indonesia sudah memakai iridium sejak keluar pabrik karena awet dan efisien. Yang membedakan busi harian dan busi balap adalah angka panas dan desainnya, bukan materialnya.
Baca Selengkapnya : Perbedaan Busi Iridium dan Platinum: Mana yang Lebih Unggul?
Angka panas menunjukkan seberapa cepat busi membuang panas dari ujungnya ke kepala silinder.
Busi yang terlalu dingin untuk mesin standar akan cepat berkerak karbon dan membuat mesin brebet. Busi yang terlalu panas bisa memicu pre-ignition, ujung elektroda meleleh, bahkan merusak piston. Untuk mesin standar, gunakan angka panas sesuai buku manual.
Kode angka panas berbeda antar merek. Pada NGK dan Denso, angka lebih besar umumnya berarti busi lebih dingin, tetapi angka antar merek tidak bisa dibandingkan langsung. Gunakan tabel konversi resmi dari produsen busi.

Cara kerja busi mobil dan motor sama persis. Perbedaannya ada pada ukuran, jumlah, kondisi kerja, dan interval penggantian.
| Aspek | Busi mobil | Busi motor |
|---|---|---|
| Diameter ulir umum | Kebanyakan 14 mm, sebagian 12 mm | Umumnya 10 mm atau 12 mm, sebagian motor lama 14 mm |
| Jumlah per kendaraan | 3–6 busi (satu per silinder), sebagian mesin dua busi per silinder | Umumnya 1 busi untuk motor satu silinder |
| Putaran mesin | Relatif lebih rendah | Lebih tinggi, sering di atas 8.000 rpm |
| Pendinginan | Hampir semua berpendingin cairan | Banyak yang berpendingin udara, suhu lebih fluktuatif |
| Penghubung ke koil | Kabel busi atau koil langsung di atas busi (coil on plug) | Kabel busi dan cop busi |
| Interval ganti busi standar | Lebih panjang | Lebih pendek |
Karena ukuran ulir dan panjangnya berbeda, busi mobil dan busi motor tidak bisa saling dipertukarkan. Bahkan sesama motor, busi Honda Beat dan Yamaha Mio belum tentu sama. Selalu cocokkan dengan kode busi di buku manual.
Baca Selengkapnya : Apakah Busi Mobil dan Busi Sepeda Motor Sama?
Busi yang aus atau kotor biasanya terasa dari cara mesin hidup dan menarik. Gejala yang paling umum:
Gejala di atas juga bisa berasal dari koil, kabel busi, injektor, atau filter udara. Jika busi sudah diganti tetapi gejala tetap ada, periksakan sistem pengapian dan bahan bakar ke bengkel.
Baca Selengkapnya : Ciri-Ciri Busi Mobil Lemah: Kenali Gejala Sebelum Mesin Bermasalah
Warna ujung busi bisa menjadi petunjuk kondisi pembakaran. Lepas busi saat mesin dingin, lalu cocokkan dengan tabel berikut.
| Kondisi ujung busi | Artinya | Yang perlu dicek |
|---|---|---|
| Cokelat muda hingga abu-abu, kering | Normal, pembakaran sehat | Cukup cek celah dan keausan |
| Hitam kering seperti jelaga | Campuran terlalu kaya atau busi terlalu dingin | Filter udara, setelan injeksi atau karburator, angka panas busi |
| Hitam basah berminyak | Oli masuk ke ruang bakar | Ring piston, seal klep; mesin perlu diperiksa |
| Basah bensin | Busi tidak memercik atau mesin kebanjiran bensin | Koil, kabel busi, busi itu sendiri |
| Putih pucat atau melepuh | Busi terlalu panas atau campuran terlalu kurus | Angka panas busi, sistem pendingin, kualitas bahan bakar |
| Elektroda meleleh atau insulator retak | Panas berlebih ekstrem atau pre-ignition | Segera ganti busi dan periksakan mesin |
| Kerak tebal kemerahan atau kekuningan | Endapan dari aditif bahan bakar atau oli | Kualitas bahan bakar dan konsumsi oli |
Patokan paling akurat adalah jadwal servis di buku manual kendaraan Anda. Sebagai gambaran umum, interval penggantian busi berdasarkan jenisnya kira-kira seperti ini:
| Jenis busi | Mobil | Motor |
|---|---|---|
| Standar (nikel) | Sekitar 20.000 km | Sekitar 8.000–12.000 km |
| Platinum | Sekitar 40.000–60.000 km | Sekitar 20.000 km |
| Iridium | Sekitar 60.000–100.000 km | Sekitar 20.000–30.000 km |
Angka di atas berlaku untuk pemakaian normal. Ganti busi lebih cepat jika kendaraan sering terjebak macet, sering dipakai jarak pendek, memakai bensin di bawah oktan anjuran, atau mulai menunjukkan ciri busi rusak.
Pada mobil, ganti semua busi sekaligus dalam satu set. Busi yang umurnya berbeda akan memercik tidak seragam dan membuat mesin kurang halus.
Busi terbaik adalah busi yang spesifikasinya cocok dengan mesin Anda, bukan yang paling mahal. Gunakan langkah berikut:
Sebagai gambaran harga, busi motor standar di Astra Otoshop saat ini mulai sekitar Rp16.000–Rp23.000, misalnya busi Aspira Denso untuk Vario dan busi Federal Parts untuk Beat, Karisma, dan Supra X 125. Busi iridium dan busi mobil umumnya lebih mahal; cek harga terbaru di halaman produk.
Baca Selengkapnya : Jelajahi Ragam Jenis Busi Motor: Mana yang Cocok untuk Anda?
Perawatan busi sederhana dan bisa dilakukan bersamaan dengan servis berkala.
Cocok, selama kode dan angka panasnya sesuai spesifikasi mesin. Banyak mobil modern bahkan memakai busi iridium dari pabrik.
Tidak bisa. Diameter ulir, panjang ulir, dan angka panasnya berbeda, sehingga busi bisa tidak terpasang atau merusak mesin.
Bisa, jika busi lama sudah aus. Busi aus membuat pembakaran tidak sempurna sehingga bensin terbuang. Mengganti busi yang masih sehat tidak akan banyak mengubah konsumsi bahan bakar.
Busi basah oli menandakan oli masuk ke ruang bakar. Busi hitam kering menandakan campuran terlalu kaya atau busi terlalu dingin. Lihat tabel arti warna busi di atas.
Busi yang hanya kotor ringan bisa dibersihkan. Jika elektroda sudah membulat, celah melebar jauh, insulator retak, atau sudah melewati interval ganti, busi harus diganti.
Busi motor standar di Astra Otoshop mulai sekitar Rp16.000. Busi iridium dan busi mobil lebih mahal; harga terbaru bisa dicek di halaman kategori busi.
Busi adalah pemantik pembakaran di mesin bensin mobil dan motor. Pilih busi sesuai kode di buku manual, periksa setiap servis, dan ganti tepat waktu agar mesin mudah hidup, tarikan responsif, dan bensin tetap irit.
Butuh busi pengganti? Temukan busi asli dan bergaransi untuk mobil dan motor Anda di Astra Otoshop, lengkap dengan pilihan merek seperti Aspira dan Federal Parts.